Kamis, 27 Oktober 2016

ENDOMETRIOSIS



Pengertian Endometriosis

Endometriosis merupakan salah satu kelainan yang menyerang sistem reproduksi wanita. Penyakit ini muncul ketika jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim.

Gejala Endometriosis 

Endometriosis umumnya tidak tergolong mematikan. Namun kondisi ini bisa menyebabkan gejala-gejala yang sangat mengganggu hidup penderitanya.

Secara umum, gejala-gejala endometriosis meliputi sakit yang luar biasa pada perut bagian bawah dan sekitar pinggul, sakit saat berhubungan seks, sakit saat buang air kecil dan besar, perut terasa kembung volume darah yang berlebihan saat menstruasi, serta pendarahan di luar siklus menstruasi.

Gejala-gejala ini umumnya terasa paling parah sebelum dan selama siklus menstruasi berlangsung. Selain gejalanya yang bervariasi, tumbuhnya jaringan endometrium dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja. 

Misalnya, di ovarium, dinding luar rahim, vagina, usus, kandung kemih dan bahkan paru-paru serta otak.

Perlu diketahui bahwa dampak endometriosis berbeda-beda pada tiap penderitanya. Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala di atas.

Penyebab Endometriosis 

Penyebab tumbuhnya jaringan endometrium yang abnormal ini belum diketahui secara pasti. Tetapi ada beberapa penjelasan tentang bagaimana endometriosis bisa terjadi, yaitu:

·         Retrogade menstruation atau aliran menstruasi yang berbalik arah. Ini terjadi saat banyak sel endometrium mengalir naik ke tuba falopi, kemudian masuk ke rongga perut. Tidak seperti proses menstruasi normal yang seharusnya keluar melalui vagina.

·         Gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Ada kemungkinan sistem kekebalan tubuh tidak berhasil melenyapkan sel-sel endometrium yang secara keliru tumbuh di luar rahim.

·         Perpindahan sel-sel endometrium ke bagian tubuh lain melalui darah atau sistem limfatik saat prosedur episiotomi atau operasi cesar ketika melahirkan.

·         Perkembangan sel yang tidak normal. Sel-sel yang seharusnya berkembang menjadi lapisan perut atau panggul, justru berkembang menjadi sel-sel endometrium.

Para pakar juga memercayai bahwa ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko endometriosis. Di antaranya:

·         Faktor keturunan yaitu mempunyai anggota keluarga yang menderita endometriosis.
·         Belum pernah melahirkan.
·         Pernah mengidap infeksi panggul.
·         Mengidap kondisi tertentu yang dapat menghalangi jalur darah menstruasi. 

Pengobatan Endometriosis

Sama seperti penyakit pada umumnya, diagnosis endometriosis meliputi konsultasi dengan dokter serta pemeriksaan organ-organ panggul. Dokter akan menanyakan gejala-gejala Anda secara detail, terutama lokasi, frekuensi serta waktu kemunculan rasa sakit.

Setelah itu, Anda akan menjalani pemeriksaan untuk memastikan keberadaan endometriosis. Langkah ini meliputi pemeriksaan organ intim, USG dan laparoskopi. Dalam prosedur laparoskopi, dokter juga biasanya akan mengambil sampel jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim agar dapat diteliti di laboratorium. Laparoskopi tergolong prosedur operasi kecil dan biasanya pasien akan dibius total.

Meski begitu, penyebab endometriosis belum diketahui dan langkah penyembuhannya secara menyeluruh juga belum ada. Tujuan penanganannya hanya untuk mengurangi gejala, memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim, meningkatkan kesuburan dan mencegahnya kambuh.

Ada beberapa faktor yang sebaiknya dipertimbangkan saat memilih langkah pengobatan yang akan Anda jalani, yaitu gejala yang dirasakan, usia dan keinginan Anda untuk memiliki anak. 

Menangani Rasa Sakit Akibat Endometriosis.

1.      Obat pereda rasa sakit.

Rasa sakit luar biasa saat menstruasi yang menjadi gejala utama endometriosis dapat dikurangi dengan obat pereda sakit jenis anti-inflamasi non-steroid, seperti ibuprofen atau naproxen. Obat ini dijual bebas dan tersedia di apotek terdekat. Parasetamol juga bisa diminum tapi tidak seefektif obat anti-inflamasi non-steroid dalam menangani rasa sakit akibat endometriosis.

2.      Terapi hormone.

Penanganan ini digunakan untuk mengurangi gejala endometriosis dengan menghambat produksi hormone estrogen dalam tubuh. Dengan begini, sel endometriosis bisa dicegah untuk bertumbuh. Terapi hormon ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:

·         Pil KB kombinasi.

Koyo KB dan cincin vagina dapat menghambat proses penebalan lapisan endometrium sehingga menstruasi lebih ringan, cepat berakhir dan mengurangi rasa sakit endometriosis.

·         Intrauterine system (IUS).

Alat ini mengandung hormon yang dapat memperlambat proses penebalan sel-sel endometrium sehingga dapat mengurangi rasa sakit dan bahkan menghentikan menstruasi.

·         Analog hormon pelepas gonadotropin.

Obat ini akan memicu kondisi yang mirip dengan menopause sehingga ukuran jaringan endometrium di luar rahim akan mengecil dan menstruasi pun terhenti.

·         Suntikan hormone progesteron. 

Obat suntik ini dapat menghambat siklus menstruasi dan perkembangan jaringan endometrium di luar rahim.

·         Danazol dan gestrinone.

Kedua obat ini juga bekerja dengan menghambat penebalan jaringan endometrium sehingga mencegah menstruasi dan meringankan gejala endometriosis lainnya.

Pengangkatan jaringan Endometriosis dengan Operasi

Penanganan dengan operasi akan menjadi pilihan jika terapi hormon tidak efektif bagi pengidap endometriosis. Prosedur ini umumnya dilakukan untuk mengangkat jaringan endometriosis serta jaringan parut.

Jika Anda mengidap endometriosis dan masih ingin memiliki anak, dokter biasanya akan menganjurkan pengangkatan jaringan endometriosis melalui operasi ‘lubang kunci’ (laparoskopi) atau operasi dengan sayatan besar jika banyak jaringan yang perlu diangkat. Kedua operasi ini dapat mengurangi rasa sakit sekaligus meningkatkan kemungkinan Anda untuk hamil.

Tetapi bagi pengidap endometriosis yang sudah tidak ingin memiliki anak, ada pilihan untuk menjalani operasi pengangkatan rahim sepenuhnya. Serviks dan kedua ovarium juga biasanya diangkat. Pengangkatan ovarium dilakukan karena hormon estrogen yang diproduksinya dapat merangsang perkembangan endometriosis kembali. Operasi pengangkatan rahim ini akan menghapus kemungkinan seseorang untuk hamil.

Komplikasi Endometriosis

 

Komplikasi endometriosis bisa terjadi jika terus dibiarkan berkembang. Salah satunya adalah gangguan pada kesuburan atau infertilitas. Komplikasi ini terjadi karena adanya jaringan endometrium yang tumbuh dan menutupi tuba falopi sehingga menghalangi pertemuan sel telur dan sperma. Diperkirakan ada sekitar 30-50 persen pengidap endometriosis yang mengalaminya. Dokter biasanya akan menganjurkan pengidap endometriosis tingkat ringan sampai menengah untuk memiliki anak secepatnya sebelum kondisi mereka makin parah.

Komplikasi lainnya adalah adhesi, jaringan adhesi terbentuk ketika tubuh telah mengalami iritasi atau cedera. 

Jaringan adhesi menghubungkan organ-organ tubuh yang secara normal tidak terkait. Adhesi dapat menyebabkan organ-organ dalam tubuh saling menempel sehingga mengganggu kinerja organ dan menyebabkan sakit yang luar biasa jika pengidap bergerak.

Selian itu, Anda juga bisa mengalami kista ovarium. Komplikasi ini dapat terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di dalam atau di dekat ovarium.

Lalu, komplikasi akibat endometriosis lainnya adalah kanker ovarium. Meski ni jenis komplikasi yang terhitung jarang, pengidap endometriosis memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker ini.



































Tidak ada komentar:

Posting Komentar