Senin, 08 Januari 2018

LICHEN PLANUS



Pengertian Lichen Planus

Lichen planus adalah ruam kulit yang gatal dan bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh penderita. Seseorang tidak bisa menularkan, tertular, atau menurunkan penyakit ini.

Bagian tubuh yang bisa terserang lichen planus adalah mulut. Satu dari dua kasus lichen planus terjadi pada bagian mulut dan kondisi ini  lebih umum terjadi pada wanita. Selain mulut, lichen planus juga terjadi pada kulit tubuh termasuk kulit area penis, vulva, vagina, kuku, dan kulit kepala.

Gejala Lichen Planus

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Lichen planus pada kulit biasanya memengaruhi pergelangan tangan, pergelangan kaki, ketiak, punggung bawah dan beberapa bagian tubuh lainnya. Gejala utama lichen planus pada kulit adalah:

·         Benjolan berwarna ungu kemerahan dengan bagian atas yang rata dan mengkilat.

·         Terbentuknya sebagian kulit yang menebal dan bersisik, biasanya di sekitar pergelangan kaki.

·         Terasa gatal.

·         Perubahan warna kulit menjadi gelap setelah benjolan-benjolan mereda.

Lichen planus pada mulut dengan tingkatan ringan biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Kalaupun ada, gejala yang umumnya muncul adalah:

·         Muncul area putih pada lidah dan pipi bagian dalam mulut, sehingga tampak bercak-bercak putih dan merah meliputi seluruh rongga mulut.

·         Rasa perih dan tidak nyaman pada rongga mulut ketika makan atau minum.

·         Gusi kemerahan dan terasa nyeri.

Gejala-gejala untuk lichen planus pada penis adalah muncul benjolan dengan bagian atas yang rata serta mengkilat. Selain itu, bisa juga muncul ruam yang tidak terasa gatal. Pada bagian ujung penis juga bisa terbentuk bercak seperti cincin berwarna ungu atau putih.

Lichen planus pada vulva dan vagina akan menimbulkan gejala sebagai berikut:

·         Keluarnya cairan lengket kekuningan atau kehijauan, yang mungkin mengandung darah.

·         Terbentuknya jaringan parut yang bisa mengubah bentuk vagina.

·         Menyempitnya celah vagina.

·         Rasa nyeri pada vagina saat berhubungan seksual.

·         Vulva mungkin tertutup oleh garis-garis putih dan tampak lebih pucat.

·         Luka di sekitar vulva dan terasa nyeri atau perih.

·         Jika lapisan kulit terluar terkelupas, tampak bercak kulit kemerahan.

Pada kulit kepala dan kuku, gejala-gejala lichen planus adalah:

·         Muncul bercak kemerahan pada kulit kepala dan bahkan kerontokan rambut bisa terjadi.

·         Kuku bisa menjadi lebih tipis, bergerigi, dan bergelombang. Tapi, kuku bisa juga menjadi lebih gelap, lebih tebal, lebih cepat panjang, atau malah berhenti tumbuh.

Segera berkonsultasi dengan dokter jika melihat atau merasakan munculnya ruam jenis baru di kulit, atau lesi di mulut atau alat kelamin.

Penyebab dan Faktor Risiko Lichen Planus

Sampai saat ini masih belum diketahui penyebab pasti lichen planus. Namun diduga lichen planus berhubungan dengan gangguan pada sistem kekebalan tubuh atau respons tidak normal dari sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan produksi protein berlebihan sebagai bahan untuk antibodi. 

Akhirnya protein berlebih inilah yang menimbulkan reaksi dan gejala lichen planus.

Beberapa penyakit, kondisi medis, atau faktor risiko lain yang bisa memicu munculnya lichen planus adalah:

·         Vaksin Hepatitis B.

·         Vaksin flu.

·         Infeksi Hepatitis C.

·         Beberapa pigmen, zat kimia dan logam.

·         Obat anti-inflamasi non-steroid, misalnya ibuprofen.

·         Beberapa obat untuk penyakit jantung, hipertensi, atau arthritis.

·         Obat untuk malaria.

Diagnosis Lichen Planus

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Beberapa hal yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis lichen planus adalah:

·         Pemeriksaan fisik.

Dokter akan mendiagnosis lichen planus berdasarkan karakteristik ruam pada kulit penderita.

·         Biopsi.

Sedikit sampel kulit penderita akan diambil untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium jika dokter tidak yakin dengan hasil pemeriksaan fisik.

·         Tes hepatitis.

Darah penderita akan diuji untuk memastikan apakah Hepatitis C menjadi penyebab munculnya lichen planus.

·         Tes alergi.

Untuk memastikan zat apa yang memicu munculnya lichen planus, penderita akan disarankan untuk menjalani tes alergi.

Pengobatan dan Komplikasi Lichen Planus

Pengobatan ditujukan hanya untuk meredakan gejala-gejala yang dirasakan penderita saja, karena lichen planus tidak bisa diobati. Pada kulit normal, lichen planus ringan bisa bertahan dari beberapa bulan hingga beberapa tahun, kemudian sembuh dengan sendirinya secara spontan. Tapi lichen planus pada lapisan mukosa (pada lapisan rongga mulut atau di dalam vagina), biasanya lebih resisten pada pengobatan dan mudah kambuh kembali.

Beberapa pengobatan dan perawatan yang bisa meredakan gejala-gejala lichen planus adalah:

·         Kortikosteroid.

Obat ini bisa mengurangi peradangan akibat lichen planus. Jenis obat ini dianggap aman jika digunakan sesuai resep dan dengan durasi pengobatan yang tidak lama.

·         Retinoid.

Obat jenis ini bisa dioleskan pada kulit yang terinfeksi atau diminum. Diduga sebagai obat yang paling efektif bagi Lichen planus tapi memiliki efek samping yang terutama berbahaya untuk bayi dalam kandungan. Pada orang dewasa, retinoid dapat menyebabkan iritasi kulit.

·         Krim non steroid.

Krim ini bisa menurunkan aktivitas sistem kekebalan tubuh penderita sehingga bisa menghilangkan ruam atau bercak terutama pada permukaan mukosa.

·         Antihistamin.

Obat ini biasanya digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti gatal pada kulit.

·         Terapi penyinaran.

Ada dua tipe terapi sinar yang digunakan, yaitu ultraviolet B (UVB) dan psoralen plus ultraviolet A (PUVA). PUVA biasa digunakan bila lichen planus tidak sembuh dengan jenis pengobatan lain.

·         Acitretin.

Obat ini digunakan untuk menangani lichen planus parah. Pastikan mengikuti petunjuk dokter dalam mengonsumsi obat ini. Obat ini tidak dapat digabungkan penggunaannya dengan obat lain.

Jika lichen planus muncul akibat obat-obatan yang dikonsumsi, infeksi hepatitis C, alergi atau stres, maka dokter akan menyarankan penderita untuk menangani penyebab awal munculnya lichen planus.

Selain obat-obatan di atas, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut ini untuk meringankan gejala lichen planus dan supaya tidak bertambah parah, yaitu:

·         Lichen planus pada kulit.

Gunakan air bersih hangat tanpa sabun untuk membersihkan bagian kulit yang terinfeksi, usahakan agar sampo tidak mengenai kulit yang terinfeksi saat keramas, dan pakailah pelembap untuk kulit.

·         Lichen planus pada mulut.

Hindari konsumsi minuman beralkohol, apa pun yang terasa pedas, serta asam karena bisa mengiritasi lichen planus. Hindari pula makanan yang garing atau  memiliki bagian tepi yang tajam. Hentikan dulu penggunaan obat kumur beralkohol, serta berkonsultasilah secara rutin dengan dokter gigi.

·         Lichen planus pada alat kelamin.

Jangan bersihkan alat kelamin dengan sabun, selalu gunakan pelembap sebelum dan sesudah buang air kecil, dan kompres dengan es batu untuk mengurangi rasa gatal dan pembengkakan. Khusus bagi wanita, disarankan tidak mengenakan celana ketat untuk sementara.

Ada beberapa komplikasi yang bisa dialami oleh penderita lichen planus, yaitu:

·         Pigmentasi kulit.

Jika ruam lichen planus telah bersih, warna area kulit yang terinfeksi bisa berubah dari warna sebelumnya.

·         Lichen planus erosit.

Adalah jenis lichen planus kronis yang bertahan lama, bisa memunculkan bisul, terasa panas dan tidak nyama.

Memang sulit untuk mencegah munculnya lichen planus, tapi dengan tips ini diharapkan Anda dapat terus terhindar dari penyakit ini:

·         Stop merokok.

·         Hindari minum minuman mengandung alkohol dalam jumlah besar.

·         Selalu miliki pola makan yang seimbang dan sehat dengan banyak konsumsi buah dan sayuran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar