Kamis, 11 Januari 2018

NYERI OTOT



Pengertian Nyeri Otot

Nyeri otot atau myalgia adalah rasa sakit yang muncul pada bagian otot. Ini merupakan sebuah kondisi umum dan bisa terjadi pada semua orang.

Nyeri otot bisa mulai terasa ketika seseorang sedang melakukan aktivitas atau setelahnya. Kondisi ini bisa dirasakan pada bagian mana pun karena hampir seluruh bagian tubuh memiliki jaringan otot dan biasanya tidak hanya melibatkan satu otot saja. Nyeri otot bisa melibatkan ligamen, tendon, dan fasia. Fasia merupakan jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan otot dan jaringan di sekitarnya seperti saraf dan pembuluh darah.

Penyebab Munculnya Nyeri Otot

Nyeri otot yang dirasakan seseorang sering kali menghilang hanya dalam beberapa hari, namun ada juga yang berlangsung hingga berbulan-bulan. Berikut ini beberapa penyebab umum yang bisa mengakibatkan munculnya nyeri otot.

·         Melakukan aktivitas fisik secara berlebihan, sehingga penggunaan otot menjadi terlalu dipaksakan.

·         Cedera atau trauma yang membuat otot terkilir.

·         Ketegangan terjadi pada salah satu atau beberapa bagian tubuh.

Selain akibat faktor-faktor di atas, nyeri otot bisa juga terjadi akibat penyakit atau kondisi di bawah ini.

·         Fibromialgia.

Suatu kondisi yang menyebabkan otot dan jaringan lunak terasa sakit ketika disentuh, disertai dengan kesulitan tidur, kelelahan, dan sakit kepala.

·         Polimiositis.

Penyakit peradangan yang menyebabkan otot lemah, disertai dengan ruam khas pada kulit.

·         Lupus.

Penyakit peradangan kronis dimana sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang jaringan dan organ tubuh.

·         Infeksi bakteri atau virus.

Misalnya flu, penyakt lyme, atau infeksi Staphylococcus.

·         Rheumatoid arthritis.

Peradangan kronis pada sendi yang menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kaku pada persendian.

·         Distonia.

Kondisi yang menyebabkan otot-otot berkontraksi secara tidak disengaja.

·         Rhabdomiolisis.

Kondisi dimana jaringan otot hancur dan masuk ke dalam aliran darah. Kondisi ini bisa membahayakan nyawa seseorang jika tidak segera ditangani.

·         Efek samping obat-obatan.

Misalnya statin (obat yang biasanya dipakai untuk menurunkan kolesterol), ACE inhibitors (obat yang biasanya dipakai untuk menurunkan tekanan darah), dan kokain.

Diagnosis Nyeri Otot

Untuk mendiagnosis nyeri otot, yang umumnya akan dilakukan dokter pertama kali adalah melakukan pemeriksaan fisik pada bagian tubuh yang mengalami nyeri. Selain itu, kemungkinan dokter juga akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait, seperti:

·         Kapan nyeri otot mulai dirasakan?

·         Apakah nyeri otot sering kambuh di lokasi yang sama?

·         Adakah gejala lain yang menyertai nyeri otot?

·         Obat apa yang sedang dikonsumsi saat ini?

Jika pemeriksaan fisik dirasa belum mencukupi, dapat dilakukan pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan darah khusus untuk mengukur kadar enzim otot, serta pemeriksaan lainnya untuk mendeteksi keberadaan penyakit Lyme dan kelainan pada jaringan penghubung.

Pengobatan Nyeri Otot

Mengenai teknik mengobati nyeri otot tidak terbatas pada satu cara karena upaya ini bisa dilakukan di mana saja, baik sendiri maupun oleh tenaga medis.

·         Penanganan dirumah.

Biasanya, nyeri otot tidak memerlukan penanganan medis secara khusus, jadi Anda bisa menerapkan beberapa cara sederhana di rumah untuk meredakan gejala yang dialami, misalnya:

a.       Mengonsumsi obat pereda rasa sakit yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen.

b.      Mengompres bagian yang sakit dengan es batu selama 1-3 hari.

c.       Mengistirahatkan bagian yang terasa sakit dan nyeri.

d.      Melakukan pijatan ringan pada bagian otot yang terasa nyeri.

e.      Tidur yang cukup dan hindari stres.

f.        Melakukan yoga atau meditasi untuk meredakan ketegangan pada otot-otot yang bermasalah.

g.       Melakukan olahraga secara rutin untuk membantu memulihkan ketegangan otot , misalnya dengan berjalan, bersepeda, atau berenang. Mulailah dengan porsi latihan dan olahraga yang ringan agar tidak memperparah kondisi.

h.      Hindari mengangkat beban atau melakukan aktivitas lain yang membutuhkan banyak kerja otot, sampai otot pulih.

·         Penanganan oleh paramedis profesional.

Nyeri otot umumnya bukanlah gejala dari kondisi medis yang berbahaya dan bisa ditangani sendiri di rumah. Meski begitu, terdapat beberapa tanda bahwa nyeri otot yang dialami merupakan gejala dari penyakit serius hingga memerlukan penanganan medis.

a.       Rasa sakit yang dirasakan sulit dijelaskan dan sangat parah.

b.      Nyeri otot tidak juga menghilang setelah ditangani sendiri di rumah.

c.       Nyeri otot disertai ruam atau pembengkakan di sekitar otot yang terasa sakit.

d.      Munculnya gejala infeksi, seperti demam.

e.      Nyeri otot muncul setelah gigitan kutu.

f.        Nyeri otot muncul setelah Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Pada beberapa kasus, nyeri otot dapat disertai suatu gejala yang merupakan pertanda dari sebuah kondisi yang cukup serius dan harus ditangani segera di rumah sakit. Beberapa gejala penyerta tersebut di antaranya adalah:

a.       Kesulitan menelan.

b.      Sesak napas.

c.       Berat badan bertambah dengan cepat.

d.      Urine yang dibuang lebih sedikit dari biasanya.

e.      Tidak bisa menggerakkan beberapa bagian tubuh atau otot menjadi lemas.

f.        Leher terasa kaku.

g.       Demam tinggi.

h.      Muntah-muntah.

Hal-hal yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Nyeri Otot

Nyeri otot yang terjadi pada umumnya disebabkan oleh aktivitas fisik secara berlebihan dan memaksakan bagian otot tertentu untuk bekerja lebih keras. Untuk menurunkan risiko mengalami nyeri otot, Anda bisa menerapkan cara-cara di bawah ini:

·         Lakukan pemanasan dan pendinginan saat berolahraga.

·         Lakukan peregangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik tertentu.

·         Cobalah melakukan peregangan secara teratur dan bangun dari tempat duduk untuk berjalan-jalan sejenak apabila Anda bekerja di balik meja untuk waktu yang lama. Lakukan hal ini setidaknya satu jam sekali.

·         Minum banyak air apabila Anda sering melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar