Sabtu, 13 Januari 2018

OSTEOARTHRITIS




Pengertian Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah suatu kondisi yang menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak. Osteoarthritis merupakan salah satu jenis arthritis yang paling umum terjadi.

Sendi yang paling sering mengalami kondisi ini meliputi tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sendi-sendi yang lain juga bisa terserang.

Penyebab dan Faktor Resiko Osteoarthritis

Dalam kasus osteoarthritis, tulang rawan mengalami kerusakan secara perlahan. Tulang rawan sendiri merupakan jaringan ikat padat yang kenyal, licin, serta elastis. Jaringan ini menyelubungi ujung tulang pada persendian untuk melindunginya dari gesekan saat ada pergerakan. Saat tulang rawan mengalami kerusakan, teksturnya yang licin akan menjadi kasar. Seiring waktu, tulang akan bertabrakan dan sendi pun akan terpengaruhi.

Berikut ini adalah sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena osteoarthritis, di antaranya:

·         Usia.

Risiko osteoarthritis akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang, khususnya bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun.

·         Jenis kelamin.

Wanita lebih sering mengalami osteoarthritis dibandingkan pria.

·         Cedera pada sendi.

Sendi yang mengalami cedera atau pernah menjalani operasi memiliki kemungkinan osteoarthritis yang lebih tinggi.

·         Obesitas.

Berat badan yang berlebihan menambah beban pada sendi sehingga risiko osteoarthritis menjadi lebih tinggi.

·         Faktor keturunan.

Risiko osteoarthritis diduga bisa diturunkan  secara genetika.

·         Menderita kondisi arthritis lain.

Misalnya penyakit asam urat atau rheumatoid arthritis.

·         Cacat tulang.

Seperti pada tulang rawan atau pembentukan sendi.

·         Pekerjaan atau aktivitas fisik.

Yang membuat seseorang mengalami penekanan di titik tertentu secara terus-menerus.

Gejala Osteoarthritis

Gejala osteoarthritis umumnya berkembang secara perlahan-lahan dan semakin parah seiring waktu. Tingkat keparahan gejala dan lokasi yang diserang bisa berbeda-beda pada tiap penderita.

Rasa sakit dan kaku pada sendi merupakan gejala utama osteoarthritis. Gejala ini bahkan bisa membuat penderita kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Rasa sakit atau nyeri pada sendi biasanya akan muncul ketika sendi digerakkan, dan sensasi kaku akan terasa setelah sendi tidak digerakkan untuk beberapa waktu, misalnya saat bangun pagi. Beberapa gejala lain yang mungkin menyertai adalah:

·         Kelenturan sendi yang menurun.

·         Sensasi serta suara gesekan pada sendi ketika digerakkan.

·         Sendi yang mudah nyeri.

·         Otot melemah dan massa otot yang berkurang.

Jika penderita mengalami osteoarthritis di bagian tangan, gejala seperti munculnya benjolan dan bengkak di sekitar jari dapat terjadi. Dalam kasus tertentu, jari-jari tangan akan terlihat bengkok dan muncul benjolan kista di belakangnya.

Gejala-gejala tersebut bisa hiang timbul atau terjadi secara terus-menerus. Kekambuhan ini mungkin bisa dipengaruhi oleh jenis aktivitas yang dijalani serta cuaca.

Periksakanlah diri Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala osteoarthritis yang tidak kunjung reda selama beberapa minggu atau nyeri yang dirasakan bertambah parah. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk mengetahui penyebabnya jika belum terdiagnosis atau tingkat keparahannya jika sudah terdiagnosis.

Diagnosis Osteoarthritis

Tahap awal diagnosis osteoarthritis umumnya meliputi pemeriksaan fisik pada sendi yang terserang. Dalam hal ini, dokter akan memeriksa adanya pembengkakan serta mengukur batas gerakan sendi tersebut. Selain itu, gejala-gejala dan riwayat kondisi kesehatan pasien juga akan ditanyakan oleh dokter.

Foto Rontgen, MRI, tes darah, serta analisis cairan sendi kemudian mungkin akan dianjurkan sebagai pemeriksaan tambahan untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendetail. Selain itu, langkah-langkah pemeriksaan ini berguna untuk:

·         Memeriksa kemungkinan adanya penyakit lain, seperti patah tulang atau rheumatoid arthritis.

·         Mengetahui tingkat keparahan osteoarthritis yang dialami pasien.

Pengobatan Osteoarthritis

Osteoarthritis termasuk kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Penanganan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi gejala agar penderitanya bisa tetap beraktivitas dan menjalani kehidupan secara normal. Gejala dari kondisi ini terkadang bisa berkurang secara perlahan seiring waktu. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala osteoarthritis, di antaranya:

·         Menurunkan berat badan bagi penderita yang mengalami obesitas.

·         Rutin berolahraga.

·         Menjalani fisioterapi dan/atau terapi okupasi.

·         Menggunakan alat khusus untuk membantu mengurangi rasa sakit saat berdiri atau berjalan.

·         Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat pereda rasa sakit (misalnya paracetamol dan obat antiinflamasi nonsteroid), atau obat antidepresan (misalnya duloxetine). Selain itu, obat pereda nyeri topikal yang dioleskan pada bagian yang sakit juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri ringan.

Jika langkah-langkah tersebut terbukti kurang efektif dan kondisi sendi cukup rusak, dokter mungkin akan menyarankan operasi. Prosedur ini dilakukan untuk memperbaiki, memperkuat, atau mengganti sendi agar pasien bisa lebih mudah bergerak.

Pencegahan Osteoarthritis

Meskipun osteoarthritis tidak dapat dicegah, penderita dapat meminimalisir potensi mengalami kondisi yang lebih parah atau komplikasi yang dapat menyebabkan kelumpuhan dengan melakukan beberapa hal, seperti:

·         Melakukan olahraga secara rutin untuk menguatkan otot dan sendi.

·         Menjaga postur tubuh saat duduk atau berdiri. Pastikan Anda meregangkan otot tubuh sesering mungkin.

·         Menjaga berat badan agar tidak mengalami obesitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar